poli6. Rencana Program Studi Baru. Ada Honornya.

16 Februari 2009 at 19:34 Tinggalkan komentar

Bismillah. Tahun 2002, “kita diminta Dikti untuk membuat perencanaan membuka program studi baru yang berbeda dengan program studi yang telah ada di Indonesia” Pembantu Direktur I mengatakan kepada staf Jurusan Teknik Mesin. Pernyataan ini bagi Penulis seperti tugas-tugas yang lain, menjadi tantangan untuk selesaikan. Tim kerja dibentuk, Penulis menjadi wakil ketua. Apa yang harus dikerjakan dirancang dengan baik seperti survei pasar, kurikulum, laboratorium dan staf pengajar.

Pekerjaan merencanakan program studi baru sesungguhnya bukan pekerjaan yang mudah meskipun dapat dikerjakan. Namun pengarahan paling awal dari Pembantu Direktur membuat pekerjaan ini menjadi tidak cukup alasan untuk dikerjakan dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Pembantu Direktur I juga menambahkan bahwa pekerjaan ini nantinya ada honor yang tersedia. Kenapa program studi baru harus dibuka? Ini yang seharusnya menjadi pertanyaan pertama dalam perencanaan. Pertanyaan ini hanya dijawab dengan “dikti meminta” dan “ada honor yang tersedia”.

Pembahasan pertama dimulai dengan apa kemungkinan progam studi yang dapat dikembangkan, dijawab dua macam: Produksi dan Konversi Energi. Karena ini pengalaman pertama dari tim beberapa istilah harus dipahami cukup lama. untuk mendefinisikan “stakeholder” membutuhkan diskusi berjam-jam sebelum sepakat batasan-batasannya. Akhirnya panitia menyadari istilah itu adalah institusi yang akan menggunakan lulusan dari progam studi yang direncanakan nantinya.

Daftar pertanyaan untuk diajukan kepada Industri disiapkan untuk melihat kemana kecenderungan industri terhadap pilihan progam studi yang diusulkan tadi. Perusahaan Listrik Negara atau PLN menjadi salah satu stakeholder yang dipilih untuk memberikan masukan, disamping PDAM, PT Arun, PT PIM dan PT AAF. Dari hasil survei, kebanyakan industri membutuhkan program studi yang lebih mengarah kepada Teknik Konversi Energi. Jawaban pertanyaan yang terkait dengan kebutuhan pengoperasion ketel, turbin, pompa dan kompresor mendukung kesimpulan di atas. Sebagian besar industri yang ada di Aceh memang lebih banyak menggunakan alat-alat konversi energi dibandingkan dengan alat produksi seperti mesin CNC, “electro plating” atau mesin-mesin produksi lainnya.

Kurikulum dikembangkan menurut kebutuhan keahlian yang dibutuhkan oleh industri. Sebagai contoh, Industri yang mengunakan pompa dalam proses operasinya membutuhkan operator yang mengerti cara kerja pompa dengan baik. Mata kuliah “pompa” tentunya harus dimasukkan dalam kurikulum. Beberapa mata kuliah mengajarkan turbin dan kompresor juga dimasukkan disamping mata kuliah pokok jurusan mesin seperti pengendalian otomatis, getaran mekanik dan menggambar mesin. Mahasiswa harus diperkenalkan peralatan laboratorium yang terkait dengan teori yang diberikan.

Jika teori pompa telah diberikan di kelas maka praktek pompa menjadi kewajiban untuk memenuhi kebutuhan kurikulum. Mengatasi masalah ketersediaan peralatan laboratorium, Penulis mengusulkan untuk memagangkan mahasiswa di industri sehingga mereka nantinya dapat melakukan praktek langsung disana. Kegiatan magang yang dikaitkan dengan keberadaan mahasiswa di industri masih merupakan pola yang hangat didiskusikan, tapi belum dilaksanakan di Indonesia saat itu. Usul ini datang dari informasi adanya kerjasama politeknik dan industri di negara maju seperti Swiss dan Belgia. Mahasiswa politeknik di negara tersebut melakukan kerja praktek di industri dengan jumlah jam yang sama dengan mereka berada di kampus. Salah seorang pekerja asing di perusahaan Tripatra, yang bekerja lapangan minyak Duri, Riau menceritakan hal tersebut kepada Penulis.

Pengembangan laboratorium untuk mendukung pembelajaran di kelas adalah hal yang mutlak. Saat itu, laboratorium yang berhubungan dengan Teknik Konversi Energi tidak dimiliki oleh Jurusan Teknik Mesin. Sebagai perbandingan, Program studi Teknik Konversi Energi yang dikembangkan di ITS, Surabaya, memiliki satu unit turbin gas yang dapat membangkit listrik 200 kW, yang menjadi tempat praktek mahasiswa yang bersangkutan. Beberapa peralatan laboratorium yang sebelumnya telah dimiliki oleh jurusan Teknik Mesin tidak berhubungan langsung dengan program studi yang direncanakan. Hal tersebut pasti menjadi sebuah masalah jika progam studi ini dibuka nantinya.

Bagaimana dengan staf pengajar? Staf pengajar yang miliki oleh jurusan saat itu hanya satu orang master yang memiliki latar belakang Teknik Konversi Konversi. Kurikulum hanya dijalankan oleh Staf Pengajar, tanpa staf pengajar yang berkompeten kurikulum tidak ada makna dalam pendidikan. Mata kuliah teori dan praktek laboratorium yang terkait dengan pompa hanya dapat diajarkan oleh staf pengajar yang memiliki pengetahuan yang baik tentang pompa. Semakin baik latar belakang penguasaan materi dan praktek seorang staf pengajar dalam satu mata kuliah maka akan semakin baik kualitas penerapan kurikulum kepada mahasiswa. Masalah ketersediaan staf pengajar yang sesuai dengan kurikulum terjawab dengan rencana pengembangan staf pengajar pada jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan program studi yang direncanakan.

Kerja keras perencanaan pembukaan program studi baru akhirnya dapat diselesaikan dalam bentuk sebuah laporan kerja yang siap untuk dikirim ke Dikti. Ini sesuai dengan harapan Pembantu Direktur, perencanaan selesai dan tim mendapat honor. Tahun 2008, 6 tahun setelah perencanaan tersebut dibuat, Program Sudi Teknik Konversi Energi belum lagi dibuka di jurusan Teknik Mesin. Kenapa? Apa yang terjadi dengan perencanaan yang telah dikirim ke Jakarta tersebut? Salam.

Entry filed under: Jejak di Politeknik. Tags: .

Batas7. Bukan Menikmati Gatal baik5. Belajar di Malaysia bukan Kebetulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Arsip


%d blogger menyukai ini: