poli4. Riset Pertama. Pandai Besi

26 Januari 2009 at 06:43 1 komentar

Bismillah. Awal tahun 1996 memberikan semangat baru untuk melakukan kegiatan apapun yang terkait dengan tugas di Politeknik. Kesibukan demi kesibukan seperti tidak habis-habisnya. Satu-satunya Komputer di laboratorium Teknik Mesin perlu ditingkatkan, proposal pengembangan UPT komputer perlu disiapkan, bahan pengajaran perlu diperbaharui dan pengumuman pemasukan proposal riset di P2M perlu ditanggapi. semua kegiatan selalu menginduksi perasaan senang dan ingin tahu. Proposal riset P2M adalah yang paling menantang saat itu.

Pengumuman yang ditempel di depan kantor P2M tentang Proposal riset, dibaca dan diamati berulang kali dengan cermat. Kegiatan tersebut menyediakan dana sebanyak Rp.750.000,-. Uang and kemungkinan menimba pengalaman baru memacu Penulis untuk menulis sebuah proposal dengan segera.

Berfikir tentang apa yang sebaiknya menjadi ide riset saat itu lebih dipengaruhi oleh kegiatan sebelumnya di Fakutas Teknik Mesin Unsyiah, dimana Penulis menjadi asisten di Laboratorium Bahan di bawah bimbingan seorang dosen jurusan Teknik Mesin. Sebelumnya penulis juga sudah pernah membaca salah satu riset dosen Unsyiah yang terkait dengan teknik peningkatan mutu parang traditional. Dengan tidak berfikir untuk menduplikasi, Penulis mempunyai ide untuk peningkatan mutu produk pandai besi yang lain.

Sebulan sebelumnya, hujan yang sangat lebat di sekitar Cunda, Lhokseumawe, memaksa Penulis untuk berteduh di sebuah usaha pandai besi, di pinggir jalan Banda Aceh-Medan. Tanpa sengaja, sementara menunggu hujan reda, penulis memperhatikan bagaimana mereka bekerja. Dua orang pekerja, ayah dan anak, mereka memproduksi parang, Mata Bajak traktor dorong dan berbagai peralatan pertanian dari logam lainnya. Penulis tertarik melihat betapa traditionalnya peralatan yang mereka gunakan. Api pembakaran dinyalakan dengan peralatan yang dikayuh menggunakan peralatan seperti pedal sepeda. kegiatan mengayuh dilakukan oleh anaknya. Si ayah memanaskan besi, mengetuknya berulang-ulang dan mencelupkan ke dalam drum yang berisi air.

Ingatan waktu berteduh hujan, mendorong penulis untuk berkunjung kembali ke pandai besi tersebut, untuk sekedar menemukan idea apa yang dapat dilakukan untuk membuat proposal riset. Digerakkan oleh ketertarikan dan beberapa informasi yang berserak dalam pikiran, Penulis mulai berbincang-bincang dengan si Ayah, sementara ia terus bekerja. Ia menceritakan bahwa beberapa produk yang mereka hasilkan hanya dipasarkan di pasar lokal. Salah satu produk yang sangat diminati pasar adalah “Mata Bajak traktor dorong”. Produk ini akhirnya menjadi fokus penulis untuk bertanya lebih jauh.

Mata Bajak Traktor Dorong dibutuhkan sangat banyak, seiring dengan banyaknya traktor dorong di Aceh Utara, saat itu. Harga Mata Bajak yang di produksi oleh pabrik dari medan mencapai Rp.7.000 per bilah, sementara produksi mereka hanya laku Rp.2000. Perbedaan harga disebabkan oleh produksi Pabrik di Medan lebih lama dapat digunakan sebelum aus. Produksi Medan dapat digunakan untuk memBajak tanah seluas 3 hektar sebelum diganti. Sementara produksi pandai besi hanya dapat digunakan untuk 1 hektar. Bagaimanapun pemilik traktor lebih menyukai menggunakan Mata Bajak produksi pandai besi karena harganya yang murah.

Sambil bercerita si Ayah mencelupkan logam panas yang telah diketuk ke dalam air dalam drum yang berada di dekatnya. Ia mengatakan bahwa itu adalah air sumur, yang digunakan untuk membuat logam menjadi keras. Penulis mendengarkan dengan penuh rasa ketertarikan.

Mendengar perbedaan harga antara produk pandai besi dan pabrik di Medan, tiba-tiba muncul pertanyaan dalam diri Penulis: “bagaimana supaya produk pandai besi dapat dijual dengan harga yang lebih mahal?”. Itu tentunya dapat dilakukan jika batas luas yang dapat dibajak sebelum keausan harus ditingkatkan. Bila sebelumnya luas bajakan hanya 1 hektar, bagaimana membuatnya menjadi 3 hektar. Sehingga diharapkan petani tersebut dapat menjualnya dengan harga stidaknya Rp.5000, per bilah.

Penulis yang dibekali dengan ilmu statistik tentang pengujian hipotesis, mulai merencanakan bentuk ekperimen yang dapat dibuat. Beberapa potong Mata Bajak yang telah jadi, dibeli dari si Ayah. selanjutnya riset mulai dilakukan.

Alat-alat yang dibutuhkan saat itu adalah oven dan alat uji kekerasan. Specimen atau Mata Bajak yang direncanakan untuk riset, disiapkan untuk pencelupan pada media yang berbeda: air biasa, air garam dan oli. Pekerjaan ini dilakukan oleh anggota team yang lain di Universitas Syiah Kuala karena peralatan uji tarik di Politeknik telah rusak. Beberapa hari kemudian hasil tes diperoleh.

Kekerasan specimen yang dicelupkan dalam air garam meningkat, 10% dibandingkan yang dicelupkan dalam air sumur. Sementara itu kekerasan spesimen yang dicelupkan dalam oli bekas, kekerasannya dapat meningkat hingga 75%. Riset ini menemukan suatu cara baru untuk meningkatkan kekerasan Mata Bajak buatan pandai besi dengan melakukan pencelupan ke dalam oli.

Riset ini telah memberikan kepercayaan diri kepada Penulis tentang kemampuan riset meskipun keaslian dari ide saat itu, mungkin sudah tidak baru lagi, namun untuk peer P2M politeknik. Proposal, presentasi dan laporan riset yang disiapkan oleh Penulis dapat diterima dengan memuaskan. Salam

Entry filed under: Jejak di Politeknik. Tags: .

Kompu4. Hardware. Butuh Cepat? baik4. Kalah, Kalah dan Kalah. Manajemen

1 Komentar Add your own

  • 1. Anonim  |  22 Oktober 2011 pukul 02:44

    bahan bakar yang digunakan untuk memanaskan atau menempa bilah bajak traktor’a dengan apa ya..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: