rindu4. Kenapa Menulis? tidak bosan?

22 Januari 2009 at 21:17 Tinggalkan komentar

Bismillah. Hampir sebulan sudah Penulis menorehkan garisan pena pada blog ini. Semua tulisan diawali dengan bismillah dengan maksud untuk mengingatkan penulis dari sifat “riya” atau sombong karena merasa lebih tahu. Setiap pekerjaan apapun yang dilakukan oleh seorang manusia sering kali tidak terlihat dari luar apa maksudnya, yang kadang membingungkan orang lain. banyak keinginan yang tertumpah disini yang diharapkan dapat bermanfaat kepada Penulis dan semua Saudara yang membacanya. Beberapa tujuan yang disadari seperti belajar menyampaikan isi pikiran dengan cara yang tertulis atau membagi pengetahuan yang mungkin dapat bermanfaat, telah memberi tenaga yang tidak habis-habisnya.

Ketika tinta turun dari selang pulpen, ketika jari menyentuh tombol keyboard terasa kesejukan mengalir di seluruh badan. Perasaan ini mengingatkan Penulis ketika berbicara dan bersenda gurau di depan saudara-saudara secara fisik. Berbicara lebih dari sekedar menyampaikan informasi. Gorys Keraf mengatakan bahwa yang pertama sekali memotivasi orang berbicara adalah keinginan untuk mengekspresikan diri, sebelum keingian lain yang lebih intelektual tentunya. Apa yang ingin Penulis ekpresikan? Menurutnya lagi, seorang bayi sudah mengenal bahasa, dengan menangis ia menunjukkan rasa yang tidak menyenangkan apakah itu disebabkan oleh basah, digigit semut atau haus. Penulis yang sudah melewati masa itu, ingin menambahkan ekpresi yang lebih dalam, rindu.

Rindu membawa penulis ke blog ini. Rindu yang diajarkan oleh oleh orang-orang merindukan penulis. Mereka mungkin tidak selalu menyenangkan, tetapi mereka tidak tidak pernah hilang dalam ingatan. Mereka adalah orang-orang yang pengasih, pembela dan pejuang. Mereka bukan orang yang tidak pernah berbuat salah, tapi mereka adalah orang selalu ingin memperbaiki kesalahannya. Mereka adalah orang-orang yang mendengarkan sebaik mereka berbicara. Kisah tentang Perindu-perindu ini Penulis, lekatkan dalam katagori Menjalani Panggilan Hati.

Siapa yang mengatakan hidup ini sederhana? Penulis tidak setuju. Lihatnya betapa banyak masalah kehidupan yang tidak pernah selesai. Tsunami merubah tatanan social. Sebuah desa yang dulunya terdapat orang yang bijaksana sekarang mereka telah tiada, tinggallah hanya pemuda-pemuda yang bertindak menurut keinginan hati. Apakah mereka salah? Tidak! Mereka masih belajar, tapi “gurunya” telah duluan meninggal. “laut sangat berombak, tidak melaut, uang tidak ada” kata saudara sepupu penulis yang telah mendapatkan boat bantuan Tsunami, padahal ia mesti membiayai adiknya untuk sekolah.

Selembar-demi selembar berita itu menghinggapi pikiran penulis, mengejutkan tapi tidak dapat dihindarkan. Adakah jalan keluar? Selalu ada! tapi selama ini, jalan keluar itu hanya membentuk kata atau paling lebar menjadi kalimat, jika bukan kemarahan atau renungan. Kadang jalan keluar itu berulang-ulang diucapkan hingga tidak berkesan lagi. Biarlah blog ini merekam jalan keluar ini. Bila ada cerita rakyat jadi raja sehari, tentu ada juga, Penulis jadi “ahli sosial” dalam blog sendiri. Artikel terkait dapat dibaca dalam katagori Ada Rencana Perbaikan.

“Bisa tolong saya? Komputer saya lambat sekali” Teman Penulis yang sering menggunakan komputernya untuk pengiriman uang online bertanya. Setelah diperiksa, komputernya penuh virus, spyware dan malware. Penulis terkejut, ia hanya mengatakan bahwa ternyata yang membuat komputer lambat, karena terlalu banyak virus. Reaksinya yang demikian sederhana sebenarnya tidak mengijinkannya untuk menggunakan komputer untuk tujuan bisnis, seperti mengirim uang kepada pelanggan. Ia tidak mengetahui bahwa spyware yang sudah terpasang dalam komputer dapat mencuri data-data penting seperti nomor kartu kredit sekaligus dengan kode sekuriti. Kemudian Penulis menjelaskan kepadanya bahwa tanpa perlindungan yang baik, komputer akan mudah terserang oleh virus atau software lain yang merugikan. Ia bertanya lebih banyak lagi. Blog ini diharapkan dapat membantu Penulis memberikan jawaban yang sama untuk masalah teknis yang dihadapi oleh orang yang berbeda. Artikel-artikel tentang komputer praktis tertuang dalam katagori Komputer untuk Bernafas.

Salah satu katagori yang penulis lekatkan dalam blog, terkait dengan materi pengajian rutin di Surau Al Hikmah Subang Jaya, Pembatas yang Sejuk. Pengajian yang diadakan seminggu sekali telah memberikan siraman rohani yang menyejukkan. Penulis ingin berbagi kesejukan itu.

Bekerja adalah sebuah kewajiban, tapi dimana bekerja adalah sebuah pilihan. Penulis telah bekerja untuk Politeknik Lhokseumawe cukup lama. Suka duka terasa lengkap sudah sebagai sebuah karir untuk direnungkan, diceritakan, sekaligus dievaluasi. Apakah yang sudah Penulis beri untuk Politeknik? Sudahkah Penulis bersyukur? Masih adakah yang perlu diperbaiki. Semoga jejak ini dapat menjadi petunjuk yang paling sederhana untuk saudara-saudara yang ingin memilih atau menerima tanggung jawab di tempat yang sama, Jejak di Politeknik.

Adakah pekerjaan yang paling membahagiakan hati selain menolong orang lain keluar dari masalahnya? Penulis melihat bahwa kesejangan teknologi sebagai sumber dari kesenjangan ekonomi antara bangsa yang maju dengan bangsa yang tertinggal. Anggaplah Bangsa tempat Penulis hidup tidak tertinggal sekali, namun jika dibandingkan dengan Negara maju, memang nyata ketertinggalannya. Sudut pandang Penulis mengenai cara untuk mengurangi jurang teknologi di tuangkan dalam Biarkan Teknologi Berinovasi.

Penulis Menulis Tulisan dimaksudkan untuk mengendalikan arah tulisan agar tidak keluar dari niat paling awal. Kadang ketika jauh berjalan, rasa penat membuat Penulis berhenti. Dalam perhentian memang sebaiknya dibaca kembali mengapa harus berjalan agar tidak kehilangan arah. Salam.

Entry filed under: Menulis karena Rindu. Tags: .

nova3. Salah pilih atau tidak Berkualitas batas4. berbuat salah karena Iman lemah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: