baik3. Orang Malaysia Asli Asia

20 Januari 2009 at 19:13 Tinggalkan komentar

Malaysia bukan Negara “mat saleh”, “Mat Saleh” adalah panggilan orang Malaysia terhadap “orang barat”. Malaysia adalah Negeri orang Asia. Nenek moyangnya datang dari Indonesia, Cina dan India. Pertama kali mengunjungi Malaysia pada tahun 2002, Penulis yang juga pertama sekali keluar negeri berfikir bahwa Malaysia jauh sekali berbeda dengan Indonesia. Saat itu Penulis mendarat di Pelabuhan feri cepat, George Town. Tahun 2006, Penulis melanjutkan studi di sana. “kesan yang pertama begitu menggoda”, kata sebagian orang. Setelah menetap di Malaysia selama 3 tahun, kesan yang ada semakin lengkap rasanya. Disini Penulis ingin berbagi, khususnya tentang orang Malaysia.

Penduduk Malaysia terdiri dari 3 suku yaitu, Melayu, Cina dan India, meskipun masih ada sekelompok kecil yang dinamakan Orang Asli. Suku Melayu merupakan bahagian terbesar, 50%, Cina 30% dan India 15% ditambah penduduk asli 5%. Perbedaan suku seperti diIndonesia, menurut batas wilayah, tidak dikenal di Malaysia, seperti suku batak di provinsi Sumatera Utara atau suku jawa di Pulau Jawa.

Orang Melayu yang tinggal di wilayah berbeda seperti Sarawak, Kelantan, Perak tidak berbicara dalam bahasa yang berbeda, mereka berbicara bahasa Melayu, meskipun untuk memperkenal diri mereka menyebutkan wilayah asal. Ada perbedaan intonasi antara masing-masing wilayah yang kadang sukar untuk dipahami, misalnya untuk memanggil “abang” di Kuala lumpur menjadi “Abe” di Kelantan. Kebanyakan orang Melayu asalnya dari daerah di luar Malaysia, seperti Indonesia dan Thailand. Negeri Sembilan, rumah adatnya seperti rumah adat padang dengan atap seperti “tanduk kerbau”. Pakaian adat Raja Johor sangat mirip dengan Pakaian adat Makassar. Terdengar juga berita bahwa, Raja Perak berasal dari Aceh. Salah seorang teman penulis yang berasal dari Johor mengakui bahwa Kkkeknya datang dari Jember, Jawa Timur. Pegawai pemerintahan, tentara, polisi di Malaysia hampir semua di isi oleh orang Melayu dengan sebagian kecil orang Cina dan India.

Masyarakat Cina Malaysia, datang dari Cina Daratan atau Negara Cina sekarang. Seperti kebanyakan orang Cina, mereka lebih suka hidup di kota dan bermata pencaharian sebagai pedagang. Menurut cerita, mereka yang datang ke Malaysia pertama sekali sangat miskin, bahkan jka memiliki anak, diberikan pada orang Melayu untuk di sekolahkan. Kebanyakan dari anak-anak tersebut akhirmya memeluk agama Islam. Namun saat ini  mereka telah menduduki  no 1 sampai 7 rangking teratas orang terkaya di Malaysia, versi majalah Forbes tahun 2008. Masyarakat Cina umumnya beragama Budha dan masih hidup dengan budaya aslinya. Petaling Street Sebuah daerah yang padat dihuni oleh mereka di Kuala Lumpur. Tempat tersebut menjual barang-barang “berjenama”, bermerek dalam bahasa Melayu, namun kebanyakan ciplakan.

Masyarakat India yang berjumlah paling sedikit lebih mudah ditemui pada pekerjaan-pekerjaan konstruksi. Hal ini seolah sudah menjadi aturan di Malaysia bahwa, orang Melayu menjadi pegawai pemerintah, orang Cina menjadi pedagang dan orang India menjadi pekerja bangunan. Mereka beragama Hindu, hidup berkelompok dan cenderung untuk beroposisi terhadap pemerintah Malaysia. Salah satu kelompok yang paling aktif menentang pemerintah adalah “Hindraf”. Orang India bila mengatakan “ya” mereka menggeleng kepala, ini sering menyukarkan Penulis jika berkomunikasi dengan mereka.

Penduduk asli Malaysia tinggak dirumah-rumah kayu di pinggir hutan, kebanyakan mereka tinggal di Sabah dan menganut agama “pelbegu”. Sebagian kecil dari mereka telah menjadi muslim atau kristen. Memandang orang Asli, Penulis teringat suku Aborigin yang tinggal di Australia. Sepertinya, mereka Aboriginnya Malaysia. Untuk menghidupkan keluarga mereka hanya memancing di sungai dan berburu binatang liar. Pemerintah Malaysia berusaha untuk membangun daerah mereka namun karena budaya hidupnya yang agak primitif, kelihatannya mereka tidak mau berubah.

Sedikitnya perbedaan antara penduduk Malaysia dan pembagian pekerjaan yang relatif dapat diterima oleh semua pihak telah menyumbang persatuan di antara penduduknya, di Malaysia. Mereka dapat hidup saling menghormati, berdampingan dan membangun. Secara umum budaya formal Malaysia di dominasi oleh budaya Melayu. Penulis dapat menikmati suasana keakraban ketiga suku tersebut selama ini.

Entry filed under: Ada Rencana Perbaikan. Tags: .

poli3. Mengajar. Gengsi, Gaji, atau Kasihan nova3. Salah pilih atau tidak Berkualitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: