Kompu3. Software bukan Pameran

18 Januari 2009 at 22:55 Tinggalkan komentar

Bismillah.  Beberapa bulan yang lalu penulis mendapat masalah dengan komputer pribadi. komputer tidak dapat di hidupkan, sementara data tertinggal dalam harddisk. Salah satu partisi tidak terbaca. Apa yang harus dilakukan? Menyelamatkan data adalah prioritas utama karena pekerjaan setahun sebelumnya menyangkut studi seperti gambar peralatan, report dan buku dalam format pdf banyak sekali tersimpan disana. Bagaimana caranya?

Mengambil hardisk dari komputer tersebut dan membawakan ke ahlinya adalah pilihan terakhir. Beberapa orang teman yang cukup berpengalaman dengan komputer juga menyerah. Mereka pikir itu perkerjaan yang sangat susah, padahal Penulis hanya berfikir itu sebuah masalah dan tidak menyadari seberapa sukar. Penulis menuju ke Low Yat Plaza, sebuah pusat penjualan dan perbaikan komputer terbesar di Kuala Lumpur. Salah satu toko perbaikan menawarkan servis menyelamatkan data dengan bayaran minimal 400 Ringgit dan bila kerusakannya terlalu berat, ongkos dapat bertambah hingga 1000 ringgit. Penulis terpaksa berfikir dua kali, mengingat angka ringgit tersebut dan akhirnya mencari ide lain.

Meninggalkan toko service sambil berjalan di sepanjang lorong, Penulis terihatnya sebuah toko yang menjual software. Beberapa macam software tersedia, kebanyakan software game. Dengan nada yang tidak serius, Penulis penulis bertanya: “adakah software yang dapat menyelamatkan data dari hardisk yang telah kehilangan partisi?”. Penjaga toko dengan optimis menunjukkan beberapa keping software yang berbeda merek sambil berkata: “silakan pilih”. Melihat adanya software untuk menyelamatkan data sudah mengejutkan Penulis, ditambah lagi bukan hanya satu software tapi beberapa software. Menurut penjual, semua software adalah baik, jika tidak bekerja dapat dikembalikan dalam waktu seminggu. Akhirnya, Penulis memilih sekeping DVD software yang merupakan kumpulan beberapa software penyelamat data.

Kembali ke komputer1 dan komputer2, di pasaran memang terdapat banyak sekali software sepertinya toko kaset yang menjual banyak kaset. Jika di toko kaset kita memilih lagu, maka di toko software kita memilih fungsi untuk menyelesaikan pekerjaan yang selama ini menggunakan alat yang sederhana. Masing-masing software dibuat oleh manusia untuk mengerakkan komputer melakukan tugas tertentu, seperti menyelamatkan data dari sebuah hardisk yang rusak dan menngetik. Bagaimana Software di buat?

Sepertinya halnya kaset, software dibuat oleh manusia. Suara nyanyian yang direkam dalam kaset dan perintah-perintah dalam software dihasilkan dengan cara diketik dalam bahasa yang dimengerti komputer. Software berisi perintah-perintah yang menggerakkan hardware untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan fungsi yang tertulis pada sampul software. Software penyelamat data hardisk yang dipasangkan pada hardware akan bekerja untuk mennyelamatkan data. Software pemotong foto yang dipasang pada hardware akan memotong foto.

Penulisan perintah pada software bersifat sangat teknis, sehingga tidak releven untuk dibahas di artikel ini. Penulis hanya akan membatasi pada definisi software yang popular. Software yang tersedia di pasaran umumnya ditulis atas CD atau DVD format dan selalu disampul yang menunjukkan fungsinya.

Pemasangan software pada hardware memerlukan lebih banyak langkah dibandingkan dengan memasang sebuah kaset ke Tape Player, sebelum kita dapat memfungsikannya. Istilah pemasangan software ke hardware dinamakan dengan “install” atau “menginstal” Keping Software di masukkan ke dalam CD player, maka petunjuk untuk menginstall akan muncul di monitor komputer. Software yang diproduksi saat ini umumnya sangat interaktif dan mudah penginstalannnya. Bagaimanapun saat menginstal ada beberapa pertanyaan seperti folder tempat mengintal dan kelengkapannya. Beberapa software yang berukuran besar, Pengguna juga diberi pilihan untuk menginstal keseluruhan fungsi atau hanya sebagian saja.

Setelah software selesai diinstall monitor umumnya menunjukkna kata: “finish” dan meminta pengguna untuk meng “restart” atau mematikan dan menghidupkan kembali komputer.

Untuk menggunakan software yang telah terpasang sesuai dengan fungsi yang diinginkan sebelum mengintal, pengguna perlu membaca Aturan Keterlibatan Pengguna atau AKP, yang tersedia saat software diaktifkan. Menu “help” berisi informasi bagaimana menjalankan sebuah software. Kesulitan biasanya akan timbul menyangkut menu “help” karena ditulis dalam bahasa Inggrish. Hampir semua software yang tersedia di pasaran memang dibuat dalam bahasa Inggrish sehingga Pengguna dituntut untuk menguasa Bahasa Inggrish. Beberapa pengarang lokal telah menterjemahkan menu “help” ke dalam buku-buku popular yang dapat dibeli di toko buku. Software pengolah kata seperti Microsoft word, petunjuk penggunaannya telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesa, demikian juga software lain seperti Microsof Excel dan Autocad.

Hardware tanpa software sama sekali tidak dapat berfungsi. Software untuk mengaktifkan Hardware dikenal dengan nama “Operating System” atau OS. Software OS berfungsi untuk menghidupkan komputer. Keseluruhan hardware komputer seperti CPU, keyboard, monitor atau output yang lain seperti printer akan siap untuk befungsi setelah OS dijalankan. OS harus diinstall pertama sekali sebelum software-software yang lain diinstal. Microsoft Windows adalah merek OS yang terkenal disamping Linux dan Mac.

Software dibuat oleh manusia dan diinstall ke hardware untuk memerintahkan komputer melakukan fungsi tertentu yang positif. Ada juga software yang dibuat untuk melakukan fungsi yang negatif seperti merusak komputer, mencuri file, menghilangkan dokumen yang kita simpan atau merubah fungsi keyboard. Software seperti ini dinamakan dengan “virus, spyware, malware atau adware”. fungsi negative software tidak merubah definisi software sebelumnya, hanya fungsinya yang merugikan kita. Software jenis ini juga dibuat oleh manusia, yang berniat tidak baik. Software ini dapat terpasang di komputer dengan cara yang tidak disadari melalui media penyimpan seperti CD, flash drive atau internet.

Perkembangan software jauh lebih maju dibandingkan hardware. Penulis seringkali terkejut menemukan begitu banyak software yang terdapat di pasaran. Fungsi-fungsi yang dapat diperoleh setiap software sangat beragam, sebagian memang fungsi yang selama ini sangat kita butuhkan dan selebihnya mungkin kita belum terpikir untuk menggunakannya.

Memilih dan membeli software membutuhkan sikap yang arif artinya belilah software yang memang betul kita butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang selama ini sudah dilakukan secara manual. Software penyelamat data yang Penulis beli setelah kehilangan data telah berhasil menolong penulis untuk menemukan kembali file-file yang hilang. Kadang Penulis juga terlupa tentang prinsip itu sehingga membeli software yang belum pasti akan digunakan. Salam.

Entry filed under: Komputer bukan Keajaiban. Tags: .

panggil3. Barisan Ishlah Mencorak poli3. Mengajar. Gengsi, Gaji, atau Kasihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: