panggil3. Barisan Ishlah Mencorak

17 Januari 2009 at 18:17 Tinggalkan komentar

Bismillah. Ada saatnya berubah, ketika semua hal di luar Penulis tidak mampu merubahnya tapi dari dalam perubahan terjadi. Perubahan dari dalam telah mendorong Penulis untuk menapak di tangga Mesjid Al Ishlah Lhoknga. Ibadah memberikan ketenangan dan jawaban terhadap begitu banyak pertanyaan yang tidak mendapat jawaban. Salah satu pertanyaan yang penting saat itu adalah: “untuk apa saya bangun pagi?”  ternyata akhir jawabannya adalah selalu dalam bentuk mengajak orang lain menuju lebih baik menurut yang Penulis pikirkan. Apa yang Penulis pikirkan baik saat itu?

Beberapa orang pengurus Remaja Mesjid senior dan para aktivis yang serius dalam jalur dakwah di mesjid berdiskusi di rumah Penulis memikirkan dan mencari jalan keluar keadaan terakhir di Mesjid. Kondisi pengurusan Remaja Mesjid yang telah vakum akibat kekacauan yang terjadi dalam mesjid dalam bulan Ramadhan sebelumnya begitu membekas dan mungkin menimbulkan trauma untuk sebagian besar dari mereka. Ini sebuah diskusi dimana perasaan kesal dan kesedihan diluahkan namun dengan sebuah harapan adanya keberlanjutan untuk usaha pembinaan Remaja Mesjid.

Tanpa Penulis inginkan, mereka meminta untuk melanjutkan tongkat estafet tanggung jawab tertinggi dalam oraganisasi tersebut. Penulis terpanggil untuk menerima tanggung jawab yang Penulis pikir cukup berat tapi masih dalam kemampuan yang ada.

Penulis yang berdomisili di Darussalam, Banda Aceh, tidak dapat selalu hadir di organisasi seperti kebiasaan organisasi lain, dimana ketua selalu bersama para pengurus lain. komitmen harus dibuat. Beberapa aktivis dakwah yang sudah bersedia untuk membantu penulis berjanji akan menjalankan roda organisasi meskipun Penulis tidak berada bersama mereka. Sabtu malam dan hari minggu akhirnya menjadi hari pertemuan bersama Penulis untuk mengevaluasi kegiatan dalam seminggu. Kebanyakan kegiatan di mesjid juga di fokuskan pada hari-hari tersebut. Beberapa tulang punggung organisasi selama periode Penulis akhirnya menjadi ketua Remaja Mesjid pada periode berikutnya.

Pembentukan pengurus baru adalah tantangan yang amat besar saat itu. Penulis mencoba menganalisa penyebab kekacauan yang timbul pada periode sebelumnya, apakah terkait dengan personal yang ada di dalamnya? Beberapa hasil analisa yang berhasil pengurus kumpulkan sebagai berikut. Pertama, adanya jenis kegiatan Remaja Mesjid yang tidak disukai oleh masyarakat di sekitar mesjid, yaitu Rebana. Rebana sebenarnya telah menjadi semacam hiburan dalam beberapa kegiatan sebelumnya yang tidak menjadi masalah. Kedua, beberapa bentuk interaksi yang berlebihan antara pengurus Remaja Mesjid putra dan putri mendapat sorotan yang tajam. Ketiga, Perbedaan pendapat antara Pengurus Masjid dengan Kelompok keagamaan di sekeliling mesjid yang sudah tidak dapat dihindarkan. Akumulasinya adalah tindakan kekerasan di dalam mesjid antara Remaja Mesjid dan kelompok tersebut.

Penulis berupaya untuk mencegah sebanyak mungkin sumber masalah yang dapat menyebabkan organisasi kembali chaos. Penghentian kegiatan rebana terpaksa dilakukan, pemisahan kursi putra dan putri saat pertemuan dipromosikan lebih aktif. Akibat dari alternatif pemecahan masalah ini, Penulis mendapat tentangan yang sangat keras dari dalam, sesama pengurus yang sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut. Akhirnya tidak dapat dihindarkan sebagian dari pengurus yang masih bertahan pada pola organisasi dalam periode sebelumnya harus mundur dan tidak aktif lagi. Sebuah harga yang Penulis harus bayar untuk sebuah pencorakan atau misi yang berbeda.

Pengurus baru dengan orang-orang baru yang lebih muda mewarnai Remaja Mesjid periode Penulis, mereka lebih mudah menerima pendapat baru. Penulis ingat salah satu dari mereka bertemu kembali setelah 10 tahun kemudian dan berkata: “Bang, kembalilah ke Remaja Mesjid untuk pembinaan, kami merindukan suasana yang dulu”. Penulis menangis mengingat kata-kata tersebut. Allah membekaskan sesuatu di hatinya, yang Penulis tidak pernah rencanakan.

Pergerakan Islam yang di pahamkan oleh Ali Syariati, Sayid Qutb, Jamaluddin Al Afghani dan Rashid Ridha mewarnai pola pikir Penulis tentang Islam saat itu. Islam yang ingin melahirkan generasi yang menerima teknologi sekaligus beriman. Mereka sangat mementingkan persatuan dan kekuatan yang dilandaskan pada kepercayaan yang kuat pada hari pembalasan dan pelaksanaan Islam yang lebih modern. Mereka dengan tegas membedakan antara orang-orang yang meninggalkan kehidupan dunia sama sekali, orang-orang yang mencari kehidupan dunia sama sekali dan orang-orang yang menerima kehidupan di dunia dan akhirat. Secara lebih jelas mereka mengatakan “kuasai teknologi dan ilmu pengetahuan untuk memajukan agama Allah”.

Penulis yang juga aktif dalam kegiatan pengajian di kampus Unsyiah membawa ide-ide hasil diskusi ke Remaja Mesjid. Sebagian dari anggota Remaja Mesjid  yang juga mahasiswa dengan mudah dapat menyerap ide ide tersebut. Mereka dengan senang hati mengamalkannya.

Usaha dakwah adalah inti dari kegiatan Remaja Mesjid. Penulis terus memompa motivasi untuk rajin beribadah seimbang dengan rajin bekerja atau belajar. Kegiatan pengkaderan seperti Latihan kepemimpinan dengan materi Aqidah, Syairah dan Ahlak menjadi menu rutin Remaja Mesjid selama bulan Ramadhan, tiap tahun. Setiap perayaan hari besar agama, panitia kecil di bentuk untuk melatih kepemimpinan. Kegiatan ini masih terus dilanjutkan oleh pengurus berikutnya.

Penulis menjalani panggilan hati untuk menjawab “untuk apa bangun pagi” dengan cara seperti itu. Apa yang terjadi setelah 10 tahun atau 20 tahun, tentang kader yang kemudian merindukan suasana itu, tentang kader yang ingin memeluk Penulis setelah bertahun-tahun tidak bertemu, tentang kader yang bersedia membela Penulis dalam kekerasan, tentang kader yang termotivasi untuk maju, tentang kader yang menjaga solatnya dan tentang kader yang terus menambah hafalan quran, Penulis hanya menangis dan berdoa untuk mereka. Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang hebat meskipun jika tidak bertemu Penulis dalam hidupnya. Sebagian mereka telah bertemu Allah dalam musibah Tsunami. Salam.

Entry filed under: Menjalani Panggilan Hati. Tags: .

batas3. Nikmat, Ingatan yang Terlupa Kompu3. Software bukan Pameran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: