kompu2. Anatomi Komputer

11 Januari 2009 at 22:33 Tinggalkan komentar

Bismillah. Tahun 1993, Penulis pertama sekali melihat komputer di PT. Caltex Pacific Indonesia, Riau. Saat itu Penulis melakukan kegiatan Kerja Praktek sebagai salah satu mata kuliah di jurusan Teknik Mesin. Hari pertama Penulis tiba, Head of Department (HOD) tempat Penulis berpraktek memberikan fasilitas komputer, printer, kertas dan sekaleng biskuit. Ia berkata: “silakan gunakan komputer ini kapan pun anda butuh, untuk mengetik laporan atau apapun”. Teman praktek Penulis berkata: “benda apa ini?” menurutnya selama ini, pengetikan laporan selalu menggunakan mesin tik, kenapa harus menggunakan komputer. Bagi Penulis ini tantangan yang harus dijawab.

Penulis membayangkan HOD tersebut akan menganggap remeh lulusan Unsyiah, bila tidak mengenal komputer, padahal sehari sebelumnya ia telah melakukan hal itu. Waktu itu, di perusahaan tersebut berkumpul banyak sekali mahasiswa berasal dari perguruan tinggi seluruh Indonesia seperti ITS, ITB dan UGM untuk melakukan Kerja Praktek.

Pada hari libur, Sabtu akhir pekan, Penulis mengunjungi toko buku yang menjual buku tentang komputer. Dua buah buku mengenai komputer dibeli, satunya tentang “operating system” dan lainnya tentang “word processor”. Dalam waktu yang singkat, hanya sebulan, dengan dibantu oleh mahasiswa dari ITB yang lebih dahulu mengerti komputer, Penulis dapat menyelesaikan pengetikan laporan. Komputer berfungsi untuk mengetik, itu yang Penulis pahami saat itu.

Pemahaman Penulis tentang komputer terus bertambah sejak tahun 1993. Penulis hampir setiap hari menggunakan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Pekerjaan menggambar yang merupakan hobi penulis dapat dilakukan mengunakan komputer. Pekerjaan simulasi teknik yang membutuhkan processor komputer secara maksimal juga beberapa kali dilakukan. Pekerjaan-pekerjaan itu telah mendorong Penulis menjelaskan anatomi komputer, tentunya dalam satu perspektif.

Kembali ke artikel di komputer1, komputer adalah sebuah alat yang dapat difungsikan untuk sesuai dengan kebutuhan kita. Melihat anatominya, komputer terbuat dari dua bagian penting yaitu “software”, “hardware” dan satu petunjuk yang harus dimiliki yang diberi nama “Brainware”. Software juga dikenal dengan “perangkat lunak” sedangkan hardware disebut “perangkat keras”. Penggunaan bahasa Inggris untuk penjelasan ini bukan hal yang sulit, karena istilah itu dapat diterima begitu saja, seperti menerima istilah dalam bahasa Indonesia. Penulis tetap menggunakan istilah Hardware and Software.

Hardware adalah bagian peralatan yang dapat kita pegang. Keyboard, mouse, CPU, RAM, monitor, printer atau alat output yang lain adalah hadware yang penting pada sebuah komputer. Dengan memfokuskan pada definisi hardware, Penulis mengajak penulis untuk mengingat sebuah “Tape Player”. Setiap rumah memiliki Tape Player. Tape Player juga terdiri dari bagian yang dapat dipegang seperti tombol play, tombol record, tombol volume dan banyak lagi tombol lainnya sesuai dengan model yang dibeli. Kaset dimasukkan ke dalam player untuk memutar lagu yang ingin kita dengar. Semua yang dapat kita pegang adalah hardware, namun bagian fisik sebuah komputer tentunya berbeda dengan bagian fisik sebuah Tape Player.

Software adalah bagian selain hardware. Software adalah sesuatu yang tidak dapat di pegang atau diindrai dengan panca indera. Untuk contoh Tape Player diatas, software adalah lagu-lagu yang berada dalam kaset. Kita tidak dapat melihat lagu tersebut. Dua buah kaset yang serupa secara fisik tidak dapat dibedakan lagu di dalamnya, jika kita kehilangan sampulnya atau kotaknya.

Sofware akan memberi manfaat jika bertemu dengan hardware dengan cara yang betul atau diatur menurut aturan yang tepat. Lagu di dalam kaset tidak akan dapat mengeluarkan suara tanpa dipasangkan ke dalam tape. Tape Player juga tidak akan mengeluarkan suara jika tidak ada kaset di dalamnya. Meskipun keduanya sudah bersatu, banyak aturan lain yang harus dipenuhi misalnya, adanya arus listrik yang dihubungkan dengan kabel dari stop kontak ke Tape Player. Menekan tombol player juga salah satu aturan yang harus dilakukan atau Aturan Keterlibatan Pengguna. Pengaturan volume perlu disesuaikan dengan kebutuhan pendengaran. Aturan yang mengatur interaksi antara software dan hardware sama pentingnya dengan kedua bagian itu sendiri.

Sepertinya halnya lagu dalam sebuah kaset yang dibedakan menurut penyanyi dan grup musik, software juga demikian. Jika kita ingin mendengarkan nasyid, tentunya kita akan memilih kaset dengan sampul lagu nasyid untuk dipasang dalam Tape Player. Dengan memilih kaset yang berbeda, kita akan mendengarkan lagu yang berbeda. Kita tidak perlu menukar Tape Player untuk mendengarkan kaset lagu dangdut bukan? Tape Player yang sama dapat memutar kaset dengan lagu apapun.

Software computer dibuat atau diciptakan untuk fungsi yang berbeda-beda. Ada software yang dibuat berfungsi untuk mengetik. Software lain dibuat berfungsi untuk menyimpan dokumen. Seperti disebutkan dalam artikel komputer1, fungsi-fungsi komputer seperti berhitung, berkomunikasi, mengunting foto dan mengirim uang, ditentukan oleh software yang dipilih untuk dipasangkan hardware. Untuk software yang berbeda, hardwarenya tetap sama.

Komputer adalah alat untuk memudahkan kerja kita. Setelah software di pasangkan kepada hardware selanjutnya kita menggunakannya untuk menyelesaiakan tugas. Umpanya, kita telah memasang software yang berfungsi untuk mengetik, tentu selanjutnya kita mengetik dengan software itu. Setelah kita memasang software yang berfungsi memotong foto, kita mulai memotong foto.

Ada perbedaan yang jelas antara Tape Player dan komputer, meskipun awalnya Penulis menyamakan beberapa kriteria. Dua perbedaan paling mendasar adalah Keluasan Fungsi dan Tingkat Keterlibatan Pengguna. Untuk keluasan fungsi, kita tidak boleh lupa bahwa komputer adalah alat serba bisa. Sementara Tape Player hanya punya satu fungsi memutar lagu. Tingkat keterlibatan pengguna untuk Tape Player sangat sedikit, misalnya memutar volume atau menyetel equalizer. Tingkat Keterlibatan Pengguna dalam penggunaan komputer tidak terbatas, tergantung dari jenis software yang digunakan. Untuk software mengetik tentunya pengguna perlu menekan tombol huruf di keyboard sesuai dengan kata yang ingin diketik.

Aturan Keterlibatan Pengguna dalam memfungsikan suatu software selalu diberikan oleh si pembuat software berbentuk buku petunjuk. Misalnya software untuk mengetik atau “word processor” yang terkenal Microsoft Word, untuk menyimpan document yang telah diketik, pengguna diharuskan menekan tombol “save”. Beberapa instruksi keterlibatan pengguna dari software yang berbeda umumnya sama, namun lebih banyak lagi yang berbeda, sehingga pengguna harus mempelajarinya secara khusus. Dalam artikel ini Penulis mengkodifikasi aturan Aturan Keterlibatan Pengguna dengan sebutan “Brainware”.

Pemanfaatan komputer untuk fungsi apapun tidak akan terlepas dari tiga istilah di atas: Software, hardware and brainware. Ketersediaan ketiga hal tersebut akan memungkin kita melakukan selama software yang berfungsi sama tersedia di pasaran. Bagaimanapun hardware dan software terus dikembangkan untuk menambah kemudahan bagi manusia dalam bekerja. Kita perlu terus mengikutinya perkembangannya bila tetap ingin mengguna komputer sebagai sebuah alat bantu kerja. Salam.

Entry filed under: Komputer bukan Keajaiban. Tags: .

panggil2. Cerita bermula poli2. Laboratorium Komputer. XT286 ATX486

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: