panggil2. Cerita bermula

10 Januari 2009 at 18:11 Tinggalkan komentar

Setelah berbicara dengan Elfian and Nur, saya seperti terpanggil untuk memulai kembali apa yang pernah saya lakukan dulu selama di organisasi. Menurut mereka saya mempunyai bakat leadearship and motivator. Saya menghargai penilaian mereka, tapi itu tidak dapat mengubah saya, bahwa saya tidak pernah pernah bercita-cita menjadi leader atau motivator. jikapun saya pernah memimpin organisasi atau memotivasi teman-teman selama di RM Al Ishlah, Politeknik Negeri Lhokseumawe, PMKTR Surabaya, KMPAN, semua bukan sebuah cita-cita, tapi panggilan tanggung jawab.

Salah satu pokok bahasan yang menarik dibicarakan waktu itu adalah kepemimpinan di Aceh Besar.  Menurut Elfian, kepemimpinan di Aceh secara umum telah kehilangan kepribadian. Pemimpin mulai disibukkan dengan “proyek”. Apa itu benar? mengingat kembali apa yang saya temui di Politeknik di tempat saya bekerja dan keadaan msyarakat di Aceh besar umumnya,  saya pikir, itu bukan hypothesis yang perlu diabaikan tapi itu hypothesis yang menjadi prioriti pertama untuk di uji.  Sayangnya kita tidak tertarik menguji hal ini.

Elfian menawarkan kemungkinan untuk memimpin di Aceh Besar, saya jawab, pada prinsipnya saya setuju. menurutnya, saya kelihatan konsisten, sejak dulu berkenalan. Saya berfikir bahwa ini sebuah pertanyaan yang mesti dijawab. siapa yang harus menjawab? semua kita yang peduli terhadap diri kita sendiri dan orang lain. kita yang peduli kepada anak cucu kita. Dan yang paling penting kita yang percaya pada adanya Tuhan. Saya tahu Pilkada di Aceh masih cukup lama, kita masih punya waktu untuk menimbang,  dan mengajukan pendapat.

Pertanyaan yang paling menarik pada seorang pemimpin adalah “kita akan dibawa kemana”? saya katakan bahwa setiap orang yang berkeinginan memimpin seharusnya mempunyai jawaban atas pertanyaan ini. ini seharusnya, yang menjadi isu diskusi PraPilkada.  ketika kita telah dipilih nanti, pertanggung jawaban dari seorang pemimpin seharusnya dari pernyataannya semasa diskusi atau kampanye, meskipun ternyata kebanyakan pemimpin lupa kepada usulannya tentang “kita akan dibawa kesana”.

Saya mempunyai pendapat, namun saya berfikir dari mana saya harus memulai, terlalu banyak yang menghimpit melihat kondisi sosial, ekonomi dan budaya. akhirnya saya pikir saya mulai saja dari topik-topik yang kecil, yang nantinya dapat dijadikan sebuah rangkaian pemikiran saya secara menyeluruh untuk menjawab “Aceh Besar mau di bawa kemana”. Pendapat saya, nantinya terbuka untuk di diskusikan, semoga wacana ini menambah informsi untuk memetakan Aceh Besar khususnya dan Aceh Umumnya.

Entry filed under: Menjalani Panggilan Hati. Tags: .

batas2. Sabar dan Syukur kompu2. Anatomi Komputer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: