rindu2. Tulisan Untuk Rakyat

8 Januari 2009 at 23:35 Tinggalkan komentar

Bismillah. menulis semudah mengucap, tapi biasanya mengucap lebih ringan dari menulis karena hanya mengerakkan sekerat daging yang tidak sampai satu ons di dalam mulut.  putar kiri, putar kanan, angkat sedikit keluarlah bunyi a, i, e, o.  Jika yang keluar Astafirullah, Alhamdulillah, Subhanallah dapat pahala lagi. wah, si lidah memang asyik, bisa buat pahala, buat rasa makanan enak, dan banyak lagi yang tidak mungkin disebut semua disini. terakhir kalo salah, dia dengan mudah mengeluarkan suara: “maaf tidak sengaja”. Menulis, perlu pulpen, mata, tangan, lebik komplek, tapi akibatnya pernah dengar: “ink of scholar more sacred than blood of martyr”?. di salah satu buku yang di tulis oleh pengarang terkenal dari barat, kata-kata tersebut dikaitkan dengan nama Muhammad. Apa itu yang dimaksudkan Rasullah. Wallahu.

Penulis belum lagi “teror” kata orang Malaysia untuk yang hebat-hebat.  Tulisan yang ditulis disini lebih dari pemikiran yang udah meleleh di kepala, kadang sebagian keluar lewat hidung, mata, telinga dan kuku kaki. Supaya tidak tersia-sia terbuang, biarlah blog ini menampung,  sekuat-kuatnya dia. Banyak kekurangan yang tidak Penulis sadari disini, seperti apa bentuknya, apa kata tidak sopan, bodoh, berpura-pura atau bahkan yang tidak dikenal bentuknya sampai saat artikel ini di tulis. Jika pengujung menemukannya jangan “sukan” kata orang jawa, untuk mengingatkan.  Penulis dengan ikhlas menerima, seperti penulis katakan di word1, bahwa disini adalah tempat berkunjung orang rindu kepada Penulis. Perindu, pasti selalu berniat baik, terhadap yang dirindukan.

Ada cara, seharusnya ada planning bukan? planning menempat cara dalam bentuk yang lebih membumi, merakyat. Penulis ingat salah satu buku karangan Dr. Quraish Shihab, yang orang Sulawesi, yang lulus Cumlaude dari Al Azhar Cairo, yang menjadi penceramah tetap keluarga Suharto, yang Anaknya tidak diwajibkan pakai Jilbab, dan yang..yang lainnya, berjudul: “membumikan alquran”.  Disini penulis ingin membumikan pemikiran yang ada pada Penulis. Bagaimana caranya? hampir tidak ada cara, kecuali menulis saja. ini tidak terencana, seperti tulisan karangan ilmiah yang akan dimuat di jurnal international, tentu bukan. ini tulisan Penulis untuk rakyat, rakyat Mon Ikeun, Rakyat Lhoknga, Rakyat Aceh Besar, Rakyat Aceh, Rakyat Indonesia, Rakyat tanpa batas daerah. Penulis teringat bahwa rakyat di sekeliling Penulis punya format bahasa yang khusus, ini bentuk format yang Penulis pahami tentang khusus tersebut.

Mungkin ada sebagian rekan-rekan yang rindu Penulis dengan format tulisan tidak seperti ini, Penulis dapat menerimanya, bukankah keterbukaan lebih banyak manfaatnya selama kita tidak yakin bahwa itu salah? Salam.

Entry filed under: Menulis karena Rindu. Tags: .

nova1. 1000 Jam, Bosan, Ganti CBM batas2. Sabar dan Syukur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: