batas2. Sabar dan Syukur

9 Januari 2009 at 19:29 Tinggalkan komentar

BISMILLAH. Setelah Solat Magrib, Malam ini materi ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Umeir adalah tentang sabar dan syukur. Menurut beliau ceramah ini ditulis oleh salah seorang gurunya yang mengajar di Madrasah Darul Ulum Al-Arabia, Afrika Selatan. Dalam pengantar ceramah, gurunya menyatakan materi ini dimaksudkan untuk ibunya dan anak perempuannya. Saya dapat melihat Ustaz Umeir meletakkan sebuah buku tipis di atas meja dengan kulit berwarna hijau tua. Saya pikir tentunya ini ceramah yang menarik sehingga tercetak. Semoga Ustaz Umeir dan Gurunya dilimpahi berkah dan rahmat oleh Allah Taa’la.

Muslimin itu sangat unik menurut Rasulullah, bila mereka di timpa musibah, ia sabar dan bila mendapat kegembiraan ia bersyukur. Ketika mendengar hal ini, saya bertanya pada diri sendiri, apakah Rasullullah tiba-tiba memperhatikan karakter ummat dan menilai ke dalam? Dan beliau tersadarkan hal ini? Bukankah beliau sendiri yang merancang ummat Islam menjadi seperti itu? Ketika seseorang engineer merancang sebuah mesin, tentunya ia sudah mengathui bagaimana mesin itu bekerja nantinya, apakah ia tiba-tiba akan terejut ketika mesinnya begerak sangat cepat dan tidak bising? Ya, ada beberapa hal yang terjadi dalam sebuah penciptaan teknologi yang tidak direncanakan tetapi hasilnya lebih dari yang diharapkan. Ketika penemu teknologi menyadari hal ini, ia sangat terkejut. Ini terjadi pada penemuan-penemuan seperti: antibiotik Penisillin dan ban dari karet Alam. Mereka menemukan secara tidak sengaja saat mereka sedang berusaha untuk itu. Saya berfikir bahwa Rasullullah melihat fenomena ini lebih dari yang beliau bayangkan sebagai hasil dakwah.

Entah mengapa Ustaz Umeir memulai cerita dengan Syukur dulu, padahal urutan dalam judul adalah Sabar dan Syukur. Kita terima aja. Menurutnya sifat syukur ini adalah kita tidak berfikir bahwa keberhasilan yang kita peroleh hanyalah oleh tangan kita sendiri. Menurutnya, seumpama ada beberapa lembar cek harus ditulis oleh seorang pengusaha dengan pilihan beberapa buah pulpen di atas meja. Ada pulpen berwarna hitam dan biru, kita beri nama si Hitam dan si Biru. Si Hitam digunakan untuk menulis cek senilai Rp.1.000.000,- dan Si Biru ditulis cek sejumlah Rp. 1.000.000.000,. Si biru mengatakankepada si Hitam: “lihatlah betapa hebatnya saya, saya menulis satu milyar”. Si hitam lupa sebenarnya yang hebat itu adalah si Pengusaha, pemilik uang.

Kesabaran adalah salah satu kata yang paling sering kita dengar setelah kita ditimpa musibah, “bersabarlah”. Sebenarnya apa arti sabar? Sabar yang dikaitkan dengan musibah adalah arti yang ada dalam kamus Oxford. Dalam Islam, sabar dengan arti tersebut berada dalam urutan ketiga. Arti pertama dari sabar adalah: teguh atau istiqamah dalam menjalankan perintah Allah. Kedua: teguh atau istiqamah dalam meninggalkan larangannya. Bila seorang Muslim ditimba musibah, padahal ia telah menyerahkan diri kepada Allah, tentunya ia menerima kenyataan bahwa Allah melihatnya pada saat ditimpa musibah, ini adalah ujian, maka ia bersabar menghadapinya. Saya memahami bahwa seorang Muslim tetap menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya saat itu.

Ceramah ini dia akhiri dengan Solat Isya berjamaah, makmum saling bersalaman.

Pemahaman

Penulis lebih menyukai untuk membahas sabar lebih dahulu dari pada Syukur, karena banyak sekali tantangan kesabaran yang dihadapi oleh penulis selama ini. Salah satu dari tantangan itu penulis ceritakan disini.

Suatu hari penulis ditawarkan oleh seorang teman yang alim untuk menyertakan modal usaha. Selanjutnya penulis memberi nama si Alim. Melihat tampang si Alim, penulis dapat langsung memberikannyan karena ia berjanggut, bersurban dan memakai jubah, berbicara dengan banyak mengucap nama Allah, apalagi jubahnya selalu bewarna putih. Namun penulis tidak dapat lagi mempercayai penampilan luar. Penampilan luar hampir tidak ada pengaruhnya dalam menentukan sifat dan karakter seseorang. Penulis berfikir untuk berteman dulu, artinya mengenal orang tersebut secara dekat. Perkenalan secara dekat penulis lakukan untuk menilai, misalnya makan bersama, bertemu dengannya dalam waktu yang tidak teratur dan lain-lain. Setelah sebulan, penulis memutuskan untuk menyertakan modal. Penulis mengatakan: “bagi hasil tiap bulan untuk saya tidak perlu di tentukan”, terserah pada Alim. Ia mengatakan sangat senang dengan cara seperti itu.

Sebulan telah berlalu sejak modal penulis disertakan. Tidak ada tanda-tanda keuntungan. Si Alim pun tidak memberikan kabar apapun. Penulis memberi tenggang lebih seminggu, tapi belum juga ada hasilnya, Penulis mendengar bisikan: “kamu sudah di tipu, tarik aja uang dari dia”. Kemudian karena penulis tidak dapat bertemu dengan Alim hingga 2 bulan, rencana penarikan modal ditunda dulu. Pada saat waktunya sudah 2 bulan, Pagi itu pukul 8.00, Penulis sudah merencanakan untuk bertemu dengan Alim pukul 12.00. tepat pukul 10.00, Alim menelpon dan memberi tahu, Penulis dapat mengambil hasil usaha. Penulis memahami ini buah dari kesabaran.

Kesyukuran adalah terimakasih. Kita biasanya mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah memberikan sesuatu kepada kita. Orang tersebut bersedia untuk membantu kita. Suatu hari Salah seorang saudara Penulis, mengirim sebuah email, mengatakan beberapa pekerjaan keluarga sudah diselesaikan seperti sertifikat tanah dan beberapa lainnya dalam pengurusan. Ketika penulis membaca email tersebut, seseorang membisikan: “itu memang sudah menjadi kewajibannya”. Penulis tidak memperdulikan email tersebut. Saat itu penulis sedang dalam pikiran yang tidak tenang. Setengah jam kemudian penulis, mendengar bisikan yang lain: “bukankah saudara itu dapat tidak mengurus surat-surat itu, jika ia tidak mau?” akhirnya penulis menulis sebuah email untuk membalas dengan mengatakan: “terimakasih atas usahanya”.

Tindakan tidak bersyukur sebenarnya datang dari contoh dari tindakan orang yang tidak besyukur yang selama ini menjadi teman kita. Kalo kita mengingat kembali, rasanya tidak ada satupun apa yang kita dapat murni oleh usaha kita sendiri, disana selalu ada upaya pihak lain untuk kita, tapi kita lupa. Sebuah senyum yang diberikan oleh seseorang kepada kita saat kita kecil bisa saja bahagian dari keberhasilan kita saat ini. Bayangkan ketika senyum yang ikhlas itu tidak terlupakan, dan itu selalu memotivasi kita merasa bahagia, saat kita dalam kesulitan mencapai keberhasilan.

Semoga pemahaman penulis ini dapat terus diperbaiki di masa-masa mendatang agar penulis lebih bersabar and bersyukur. SALAM.

About these ads

Entry filed under: Pembatas yang Sejuk. Tags: .

rindu2. Tulisan Untuk Rakyat panggil2. Cerita bermula

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: